Waspadai dan Kenali, Pemicu Risiko Kanker…

Waspadai dan Kenali, Pemicu Risiko Kanker...

Terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan dapat meningkatkan risiko kanker.

Demikian kesimpulan yang didapat dari sebuah riset yang dipimpin oleh peneliti dari Universite Sorbonne di Paris.

Demi mendapatkan hasil yang akurat, periset meneliti catatan medis, dan kebiasaan makan lebih dari 100.000 orang dewasa.

Periset juga mendaftar asupan khas mereka dari 3.300 jenis makanan yang berbeda.

Makanan yang melalui pemrosesan terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kanker.

Makanan tersebut termasuk kue, nugget ayam, roti yang diproduksi massal, minuman bersoda, manisan, dan daging olahan.

Semua makanan itu umumnya mengandung zat aditif, perasa, dan pengawet, serta tinggi gula, lemak, dan garam.

Seperti dilansir laman CNBC, dalam riset yang telah diterbitkan dalam British Mendical Journal, terlihat ada peningkatan jumlah makanan olahan sebesar 10 persen dalam diet responden.

Hal tersebut ternyata mampu meningkatkan risiko kanker hingga 12 persen.

Selain itu, temuan ini juga menekankan pentingnya diet sehat dan seimbang sebagai pilihan terbaik.

Riset menemukan 50 persen pola diet orang-orang di negara maju menggunakan makanan olahan sebagai menu harian. Inilah yang berkontribusi pada peningkatan kanker.

Menurut peneliti, hasil riset menunjukkan peningkatan konsumsi makanan olahan dapat mendorong peningkatan kanker dalam beberapa dekade mendatang.

The World Cancer Research Fund dan International Agency for Research on Cancer mengungkap, obesitas adalah penyebab kanker yang mudah dicegah setelah gaya hidup merokok.

Namun, Linda Bauld selaku pakar pencegahan kanker dari Cancer Research U.K mengatakan, orang-orang tidak perlu khawatir saat mengonsumsi makanan olahan, asal besaran konsumsi tersebut tidak terlalu berlebihan.

Selain itu, kurang mengonsumsi buah, sayur, dan serat dan terlalu banyak konsumsi daging olahan dan daging merah juga berkontribusi pada peningkatan beberapa jenis kanker.

“Konsumsi makanan yang seimbang, menghindari junk food, dan menjaga berat badan yang sehat adalah hal yang dapat kita lakukan demi kesehatan,” papar dia.

Periset juga mengatakan, temuan mereka masih perlu dikonfirmasi dengan riset yang lebih besar, demi menentukan hubungan antara konsumsi makanan olahan dan peningkatan risiko kanker ini.

Sementara itu, beberapa faktor lain, seperti gayan hidup pasif, merokok, dan mengonsumsi banyak kalori juga perlu dikaitkan dengan risiko kankier.

Sebelumnya, periset dari Sorbonne dan University of Sao Paulo, Brasil, telah meneliti faktor-faktor tersebut.

Hasilnya, dampak dari konsumsi makanan olahan terhadap peningkatan kanker tetap tak dapat dipungkiri.