Tiga Hari Beredar, Pengganti PUBG di China Raup Rp 202 M

Tiga Hari Beredar, Pengganti PUBG di China Raup Rp 202 M

 

Tiga Hari Beredar, Pengganti PUBG di China Raup Rp 202 M

Artikelmajalah – Tencent baru-baru ini meluncurkan game battle royale bernama Game of Peace sebagai pengganti PUBG yang ditolak di China. Ia sudah mendapat persetujuan pemerintah dan punya fungsi untuk memudahkan pemain migrasi dari PUBG.

Baru beberapa hari berlalu setelah peluncuran Game of Peace, permainan tersebut langsung menghasilkan sukses besar. Ia tercatat menjadi judul game pada genre battle royale dengan penghasilan terbesar di dunia pada App Store di perangkat berbasis iOS hanya dalam 72 jam setelah peluncuran.

Sensor Tower, firma analisis dari Amerika Serikat, jadi pihak yang bertanggung jawab atas laporan tersebut. Mereka mengatakan bahwa pengguna App Store di China telah menghabiskan lebih dari USD 14 juta (Rp 202 miliar) melalui pembelian di dalam Game of Peace dalam periode tersebut.

Selain itu, ia juga menjadi game gratis yang paling banyak diunduh dalam periode yang sama. Bahkan, Sensor Tower juga mengatakan bahwa pendapatan Game of Peace dalam tiga hari pertamanya kira-kira enam kali lipat dari pengeluaran yang dilakukan pemain PUBG di negara-negara lain pada waktu yang bersamaan.

Ini tentu jadi capaian yang manis bagi Tencent setelah ‘berdarah-darah’ dalam memperjuangkan keberadaan PUBG di China, walau pada akhirnya tetap ditolak juga. Selama setahun, perusahaan besutan Ma Huateng itu hanya bisa memberikan PUBG dalam versi uji coba karena tidak diizinkan untuk mengeruk pendapatan dari game tersebut.

Game for Peace sendiri memiliki batasan umur. Pemainnya harus berusia minimal 16 tahun. Selain itu, pihaknya juga membatasi waktu bermain bagi user yang masih berusia 16-18 tahun hanya dua jam per hari, sebagaimana Artikelmajalah kutip dari South China Morning Post, Selasa (14/5/2019).