Tidak Bisa Berdiri Wanita Dengan Berat 350Kg, Titi Wati

Tidak Bisa Berdiri Wanita Dengan Berat 350Kg, Titi Wati

Tidak Bisa Berdiri Wanita Dengan Berat 350Kg, Titi Wati

Tidak Bisa Berdiri Wanita Dengan Berat 350Kg, Titi Wati

Titi hanya bisa berbaring. Memaksakan berdiri, tulangnya berbunyi.
Artikelmajalah -Bisa berjalan kini hanya menjadi harapan bagi Titi Wati, 37 tahun, wanita yang tinggal di Gang Bima, Jalan G Obos XXV Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Jangankan berjalan, berdiri saja sudah tidak bisa.

Penyebabnya, tubuh wanita ini menggemuk secara drastis sejak 6 tahun lalu. Dia kini hanya bisa berbaring, sesekali tengkurap.

Sontak seluruh aktivitasnya hanya dilakukan di satu tempat. Mulai dari berkomunikasi, makan, hingga mandi dan buang air. Sebab, dia sudah tidak bisa lagi bergerak.

Berat badan Titi termasuk tidak normal. Mencapai 350 kilogram. Hal itulah yang membuatnya hanya bisa berbaring.

” Saya mengalami kelebihan berat badan sudah sekitar enam tahun belakangan ini, tepatnya mulai 2013,” ujar Titi.

Proses Obesitas
Titi mengaku dulu tubuhnya cukup ideal. Posturnya cukup tinggi dengan ukuran badan yang berisi, laiknya perempuan kebanyakan.

“Awalnya berat badan saya paling tinggi 60 Kg. Kemudian mulai 2013 itu naik drastis, hingga ditimbang mencapai 167 Kg,” kata dia.

Tubuh Titi semakin membesar dari hari ke hari. Perlahan, hal itu membuatnya kesulitan bergerak, hingga saat ini hanya bisa berbaring.

Jika ingin duduk atau mengubah posisi, Titi mengandalkan bantuan putri semata wayangnya, Herliana.

Hanya berada di dalam rumah tentu membuat Tuti bosan. Untuk mengusir kebosanan, Tuti biasa mengobrol dengan Herliana, menyaksikan siaran televisi, atau karaoke di rumah.

Nafkah Suami Jadi Andalan
Di rumahnya, Titi hanya tinggal berdua dengan anaknya. Sang suami, Edy, 56 tahun, merantau ke luar kota untuk bekerja.

“Suami saya kerja di Tangkiling, kerja kayu. Pulang ke rumah palling hanya sebulan sekali,” kata Titi.

Meski begitu, Titi mengatakan sang suami rutin mengirim nafkah. Wanita itu bisa menerima suaminya yang jarang pulang karena tempat kerja yang jauh.

Uang kiriman sang suami menjadi andalan Titi dan anaknya untuk bertahan hidup. Dia tidak punya penghasilan lain karena mengakui tidak bisa bekerja.

“Saya tidak bisa bekerja, bahkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari saja, saya harus dibantu anak saya,” kata dia.

Bahkan, sang anak terpaksa putus sekolah sejak kelas 2 SMP. Alasannya semata ingin merawat sang ibu setiap hari.

Tak Tahu Sebab Menggemuk
Tuti pun mengaku tidak tahu pasti penyebab tubuhnya mengalami obesitas. Dia menyatakan porsi makannya masih dalam batas wajar seperti kebanyakan orang.

Tetapi, dia punya kebiasaan ngemil, makan gorengan, serta minum-minuman dingin. Diduga kebiasaan itu yang membuat tubuhnya membesar dalam waktu relatif cepat.

“Kalau gorengan tidak terlalu banyak, sehari paling empat. Namun untuk makanan ringan dan minuman dingin itu saya tidak bisa lepas, hampir setiap minum selalu air es atau yang dingin,” kata dia.

Tak Berani Berdiri
Titi kini tak bisa lagi berdiri. Jika memaksakan diri, akan terdengar suara tulang bergerutuk tak mampu menopang berat tubuh.

“Maka dari situ saya tidak berani lagi memaksakan berdiri maupun duduk,” kata dia.

Sejak mengetahui ada yang janggal pada tubuhnya, Titi tidak pernah memeriksakan diri ke dokter. Sehingga, perkembangan tubuhnya tidak terkontrol.

Dia juga pernah merasa minder dengan kondisi tubuhnya. Meski demikian, sang suami dan anak selalu memberikan dukungan sehingga Titi bisa menerima keadaan.

Lebih lanjut, ibu satu anak ini ingin kembali memiliki tubuh yang normal. Sayangnya, kondisi ekonomi menjadi penghalang Titi untuk mewujudkan keinginannya.