Sabu 1,6 Ton Bakal Diedarkan di Indonesia?

z
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri masih mendalami tujuan penyelundupan sabu seberat 1,6 ton yang digagalkan di perairan Batam, Kepulauan Riau. Diduga, barang haram dalam jumlah besar itu memang dikirim ke Indonesia.

“Mungkin saja di Indonesia atau mungkin tempat kita dijadikan transit untuk diedarkan ke tempat lain,” ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Krisno Siregar di kantornya, Jakarta Timur, Sabtu (24/2/2018).

Namun kesimpulan tersebut belum final. Apalagi, polisi masih butuh keterangan mendalam untuk mengetahui sumber dan tujuan pengiriman sabu sebanyak itu. Terlebih, keempat pelaku yang ditangkap hanya berperan sebagai kurir.

“Jadi ini mereka kan kurir atau transporter. Ada pihak lain yang mengetahui di mana diedarkan. Mereka diperintahkan oleh seseorang dari China membawa ke Indonesia,” ucap Krisno.

Polisi juga belum bisa menyimpulkan keterkaitan kasus ini dengan penangkapan sabu seberat 1 ton di lokasi yang sama pada 7 Februari 2018 lalu. Meski modus yang digunakan hampir sama, yakni diselundupkan menggunakan kapal ikan.

“Narkoba itu sistem terputus yang complicated. Jadi ada beberapa layer layer lagi bisa sampai pada master mind, tergantung dari hasil penyidikan, dan saya belum bisa menyimpulkan,” kata Krisno.

Saat ini, empat tersangka yang merupakan warga negara asing (WNA) itu telah ditahan di Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri. Sementara barang bukti sabu seberat 1,6 ton diamankan di gudang dan akan diuji laboratorium.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan kekhawatirannya terhadap peningkatan yang sangat ekstrem terkait asus narkoba sabu pada awal 2018 ini.

Menurut dia, pengungkapkan sabu seberat 1,6 ton di Batam pada Selasa 20 Februari 2018 lalu menjadikan kasus ini meningkat tajam di banding sebelumnya.

“Jika pada 2017 lalu tangkapan narkoba sebanyak 2,132 ton sabu dari 342 kasus. Dua bulan pertama di 2018 ini sudah ada 2,932 ton tangkapan sabu dari 57 kasus ” kata Sri Mulyani di Pelabuhan Logistik Sekupang, Batam, Jumat 23 Februari 2018.

Dia mengatakan, kasus narkoba di Indonesia terus meningkat setiap bulan. Ini dibuktikan dengan adanya kasus penangkapan kapal pengangkut narkoba sabu yang jumlahnya di atas satu ton dengan waktu yang tak berselang lama.

Menurut Sri Mulyani, dua tangkapan besar pada awal tahun ini bukan akhir dari perang terhadap kejahatan tersebut. Sebaliknya akan menjadi warning bagi semua pihak bahwa mafia narkoba semakin mengancam pertahanan Indonesia.

Ia mengharapkan sinergi yang sudah terjalin kuat antara Polri, TNI, BC, BNN, dan pihak lainnya semakin diperkuat. Selain itu, pihaknya juga akan mendukung dalam bentuk penambahan anggaran.

“Kita dukung dengan maksimal dengan penambahan anggaran untuk TNI, Polri, BNN, BC (Bea Cukai), dan instansi terkait lain, agar ancaman ini bisa kita atasi bersama,” kata Sri Mulyani.