Prabowo Lobi Jokowi demi Posisi Cawapres

Prabowo Lobi Jokowi demi Posisi Cawapres

Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengungkapkan, adanya utusan Prabowo Subianto yang dikirim menemui Joko Widodo atau Jokowi, Akhir Maret 2018 lalu. Utusan tersebut dikirim untuk membicarakan seputar peluang Prabowo menjadi calon wakil presiden (cawapres) Jokowi.

Sebelumnya, Prabowo Subianto ternyata juga pernah 2 kali bertemu Jokowi pada November 2017 lalu. Dalam pertemuan itu, dia juga sempat meminta untuk bersanding sebagai calon wakil presiden Jokowi.

“Pada saat itu Pak Prabowo menyampaikan dalam pertemuan terakhir di bulan November itu, ‘saya merasa sangat terhormat di akhir perjuangan saya bisa dipinang sebagai wakil presiden’,” ungkap Romahurmuziy.

Namun, Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono membantah adanya lobi Prabowo Subianto ke Jokowi agar jadi cawapres di 2019.

“Ya enggak benar itu,” ucap Sugiono (16 April 2018)

Dia menampik partainya telah mengutus seseorang untuk bertemu Jokowi. Menurutnya, tak pernah Prabowo menyuruh seseorang bertemu Jokowi.

“Beliau (Prabowo Subianto) tidak pernah mengutus siapa-siapa untuk menemui Pak Jokowi,” tutur Sugiono.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan ucapan Ketum PPP Romi hanya dongeng.

“Hanya dongeng Romi saja. Kalau Pak Prabowo mau jadi cawapresnya Jokowi, tentu sudah diterima Pak Prabowo dan tidak mungkin Partai Gerindra deklarasi pencapresan Prabowo 11 April kemarin,” kata Andre.

Andre tidak membantah bahwa Jokowi pernah menawarkan Prabowo posisi cawapres di 2019. Namun, tawaran itu langsung di tolak Prabowo.

“Pak Jokowi pernah tawari cawapres. Benar itu,” ungkapnya.

“Langsung ditolak sama Pak Prabowo. Karena rakyat ingin Pak Prabowo maju sebagai capres,” ucapnya.