Planet Tetangga Bumi Ini Kelak Bisa Dihuni Manusia?

Planet Tetangga Bumi Ini Kelak Bisa Dihuni Manusia?

z

NASA belum lama ini mengungkap kalau exoplanet (planet asing) terdekat Bumi, Proxima Centauri b (Proxima b), kelak bisa dihuni manusia.

Dalam keterangan resminya, Proxima Centauri b ternyata memiliki kehidupan organisme lewat sumber air yang ada di dalamnya.

Hasil penelitian ini, dipublikasikan dalam sebuah jurnal ilmiah berjudul Habitable Climate Scenarios for Proxima Centauri b with Dynamic Ocean. Adapun penelitian dipimpin oleh Anthony Del Genio, ilmuwan dari NASA Goddard Institute of Space Studies.

Del Genio mengakui, adanya kandungan air di atas permukaan planet menjadikan ekosistem planet bisa bertahan dalam berbagai kondisi.

Karenanya, ekosistem tersebut bisa jadi dikatakan layak untuk menjadi tempat tinggal organisme hidup.

Tak cuma adanya bukti kandungan air, Proxima Centauri b juga berada dalam zona layak huni dari posisi orbit planet.

Planet mengorbit bintang yang bernama Proxima Centauri, di mana jaraknya sekitar 4,2 tahun cahaya dari Bumi, atau setara dengan 40 triliun kilometer.

Meski begitu, para astronom membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari karakteristik dari planet ini. Pasalnya, kata Del Genio, kandungan air dan zona layak huni bukan jadi jaminan bahwa Proxima Centauri b bisa dihuni manusia.

“Kita tidak tahu kalau Proxima b ini memiliki atmosfer atau tidak, tanpa ini ya mana mungkin manusia bisa hidup,” ucapnya.

Tak cuma itu, karakteristik bintang Proxima Centauri juga digolongkan sebagai kategori ‘kurcaci merah’.

Menurut Del Genio, bintang ini tidak sepanas Matahari, jadi planet harus berada sangat dekat untuk mendapat cahaya demi iklim yang mendukung kehidupan di dalamnya.

Meskipun ini bukan temuan exoplanet pertama, penemuan Proxima b ini tetap menarik perhatian para astronom.

Alasannya, dengan jarak dan kondisi yang menyerupai Bumi, mungkinkah planet ini dapat menopang kehidupan?

Planet ini diprediksi dapat dihuni karena memiliki sekitar massa 1,3 kali lebih berat dari Bumi.

Selain itu, planet ini juga berada di wilayah sistem bintang yang memang mendukung kehidupan.

Karenanya, air sebagai salah satu faktor penting pendukung kehidupan tak tertutup kemungkinan berada di sana.

Namun, kondisi iklim yang ada di Proxima b disebut akan sangat berbeda dari Bumi. Salah satunya disebabkan oleh radiasi yang begitu kuat dan durasi orbitnya yang hanya 11 hari.

Akibatnya, jika seseorang berada planet tersebut, alih-alih melihat warna langit yang biru, ia hanya melihat warna langit yang merah.

Meskipun planet ini hanya berjarak sekitar 4,2 tahun cahaya, para peneliti menyebut kemungkinan mengunjunginya masih sangat jauh. Apalagi dengan wahana luar angkasa yang diluncurkan, terlebih dengan teknologi yang ada saat ini.

Masalah lain yang belum dipecahkan adalah lokasi pasti tersebut. Para peneliti menuturkan tak mungkin Proxima b terbentuk di lokasinya saat ini.

Menurut seorang peneliti Anglada-Escude kemungkinan planet itu itu terbentuk di tempat lain dan sampai di sana karena migrasi.