Perempuan dan Pengguna iOS Paling Royal Main Game

Perempuan dan Pengguna iOS Paling Royal Main Game

Dunia gaming identik dengan dunia para pria. Salah satu alasanya merujuk pada data yang pernah ditelurkan Newzoo tahun lalu, dengan 52 persen gamer mobile adalah pria yang setidaknya bermain game satu kali dalam sebulan.

Namun untuk urusan konversi pembelian dalam aplikasi atau in-app purchase (IAP), perempuan ternyata lebih mendominasi. Hasil ini ditemukan oleh firma pasar Liftoff.

Menurut Liftoff, kaum hawa cenderung 79 persen lebih royal untuk melakukan IAP di game mobile dibanding pria. Hal yang sama terjadi pada pengguna iOS secara keseluruhan.

Liftoff menyebut, gamer pengguna gadget Apple iOS lebih “enteng” melakukan pembelian dalam aplikasi, yakni sebesar 21 persen, dua kali lipat lebih banyak dibanding pengguna Android yang hanya 10,8 persen.

Laporan berjudul “Liftoff 2018 Mobile Gaming Apps Report” tersebut mengumpulkan 46,7 impresi dan data lain sejak 1 Juni 2017 hingga 31 Mei 2018 dari 350 aplikasi.

Penelitian ini fokus pada usaha akuisisi pelanggan setelah menginstal game mobile di perangkat, salah satunya adalah membeli konten dalam aplikasi.

Dalam laporannya, sebesar 16,7 persen perempuan melakukan pembelian dalam aplikasi saat itu juga setelah menginstal aplikasi game mobile. Menurut Mark Ellis, CEO Liftoff, hasil ini menunjukkan jika kampanye yang menargetkan perempuan menjadi kunci pasar yang menguntungkan.

Newzoo juga mengungkapkan jika sebanyak 60 persen wanita yang memainkan game mobile, merasa jika 30 persen dari game yang mereka mainkan memang dibuat khusus untuk mereka.

Penemuan lain juga menyebut jika dari 100 game di Google Play, 44 persennya menampilkan ikon karakter pria dibanding wanita.

“Wanita adalah audiens yang menguntungkan dan membutuhkan strategi berbeda untuk menargetkan perempuan. Mereka lebih menguntungkan dari segi kampanye cost per action (CPA)” jelas Ellis.

CPA sendiri marak dilakukan dalam bisnis online. Sistem marketing ini akan memberikan kompensasi ketika pengguna melakukan sebuah tindakan seperti klik ke tautan terafiliasi, mengisi formulir khusus yang tersedia di aplikasi, mendapatkan quote, atau menyetujui masa percobaan gratis.

Ellis sesumbar jika saat ini, game mobile memasuki era keemasan untuk marketingnya. Hal itu lantaran cost of acquiring (CAC) atau biaya yang dikeluarkan untuk menggaet konsumen melalui iklan tampak menurun, sementara tingkat CAC pada tindakan paska pemasangan aplikasi justru meningkat.

Biaya iOS lebih mahal tapi lebih laris

Kendati pengguna iOS lebih royal untuk melakukan pembelian dalam aplikasi, nyatanya biaya CAC per gamer iOS lebih mahal, yakni 11,08 dollar AS (sekitar Rp 163.000), dibanding Android yang harganya 6,37 dollar AS (sekitar Rp 93.000).

Meski begitu, Liftoff mencatat kenaikan pengguna aktif harian dari platform Android sebanyak 1,5 juta. Pengguna Android juga terlihat lebih aktif untuk melakukan registrasi setelah mengunduh aplikasi game mobile di perangkat mereka, yakni sebesar 52 persen.

Liftoff mencatat pertumbuhan pengguna iOS dalam hal tersebut hanya mencapai 43,6 persen.
Secara total, tingkat install-to-purchase dari semua pelanggan game mobile naik 67 persen dari tahun lalu, menjadi 13,4 persen saat ini.

Secara geografis, Liftoff mengatakan bahwa tingat IAP di wlayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) naik dengan biaya per instalasi sebesar 2,63 dollar AS (sekitar Rp 38,500). Sementara di Amerika Utara 4,66 dollar AS (sekitar Rp 68.000) dan Asia Pasifik 2,62 dollar AS.

Firma tersebut juga mencatat Rusia masuk ke lima besar pasar aplikasi terbesar dunia berkat mobile gaming yang semakin digandrungi di negara itu.

Saat masa-masa liburan mulai habis, banyak pengguna mencari alternatif hiburan berupa aplikasi game. Pasca liburan, CAC pembelian dalam aplikasi bisa mencapai angka 18,13 dollar AS (sekitar Rp 265.000), yang menjadikannya harga paling tinggi sepanjang tahun.