Pecatur Cilik yang Berhasil Menjadi Juara Dunia

Kisah Samantha Edithso, Pecatur Cilik yang Berhasil Menjadi Juara Dunia

z

Sebelum Lalu Muhammad Zohri meraih juara dunia atletik U-20, pecatur cilik Indonesia, Samantha Edithso ternyata lebih dulu mengukirnya pada kejuaraan FIDE World Championship 2018 U-10 di Minsk, Belarusia, akhir Juni lalu.

Atas pencapain itu, Samantha yang masih berumur 10 tahun pun diundang Menpora Imam Nahrawi ke kantornya untuk diberikan apresiasi laiknya Zohri.

Seusai acara, Samantha turut bercerita mengapa ia menyukai olahraga catur hingga akhirnya bisa menjadi juara dunia.

“Pertama kali cuma iseng-iseng saja ikut eskul di sekolah. Saya kenal catur waktu di SD Santa Ursula, nah pilih catur ceritanya kan waktu itu kita harus pilih tiga eskul, saya pilih lah paduan suara dan menggambar. Masih kurang satu, hari senin saya jadwalnya kosong dan di hari senin cuma ada futsal sama catur, jadinya saya pilih catur,” cerita Samantha.

Bakat Samantha mulai ditemukan oleh pelatih di sekolahnya saat berumur enam tahun, melihat perkembangannya yang signifikan dan mempunyai bakat di bidang catur,   Ayah Samantha pun langsung memberikan program latihan dengan pelatih khusus.

Seiring berjalannya waktu, Samantha kecil  justru terus menorehkan prestasi. Bahkan, diumurnya yang masih belia, Samantha pernah menyabet beberapa prestasi diantaranya kejuaraan nasional dan hingga kini menjadi andalan utama PB Percasi.

Setelah meraih predikat juara dunia junior, Samantha bertekad untuk memecahkan rekor peraih juara grand master termuda.

“Saya sih ingin coba dapat gelar grand master dulu secepat mungkin, sekarang tuh rekor dunia itu umur 13-15 tahun. Saya mau pecahin rekor peraih grand master termuda dulu,” harapnya.

Sementara itu, di acara apresiasi atlet Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia. Samantha dan atlet karate, Fauzan masing-masing mendapatkan bonus sebesar 40 juta rupiah dari Kemenpora.