Napi Rutan Takengon Kedapatan Bebas Pulang ke Rumah di Malam Hari

Napi Rutan Takengon Kedapatan Bebas Pulang ke Rumah di Malam Hari

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Tengah mengungkap fakta kebobrokan Rutan Kelas II B Takengon yang ternyata membiarkan tahanan bebas keluar masuk di malam hari.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, AKP Fadillah Aditya Pratama menyampaikan, saat polisi melakukan sidak pada Rabu dini hari menemukan keadaan Rutan sepi karena ditinggal keluar para tahanan yang pulang ke rumah.

“Berdasarkan informasi mengenai kegiatan semalam, kita lakukan pengecekan atau sidak di Rutan Takengon berkaitan karena adanya data yang kita miliki bahwa para ada yang dipekerjakan untuk merenovasi bagunan Rutan di Aceh Tengah,” tutur AKP Fadillah Aditya di Takengon, Rabu, 18 April 2018, dilansir Antara.

“Namun apa yang terjadi semalam, dari 20 napi yang dipekerjakan di situ, di dalam hanya ada tujuh orang, berarti 13 orangnya tidak ada,” ujarnya.

AKP Fadillah menjelaskan saat ini, seluruh warga binaan di Rutan Kelas II-B Takengon sedang dipindahkan ke Rutan Kabupaten Bener Meriah karena Rutan Takengon sedang direnovasi. Untuk itu, rutan tersebut mempekerjakan 20 warga binaan.

“Itu memang dikeluarkan suratnya ditandatangani oleh Kepala Rutan. Memang ada aturan itu di undang-undang di Permenkum HAM juga ada, dengan syarat memang Napi ini yang sudah menjalani setengah masa tahanan,” tutur Fadillah.

Namun, napi hanya boleh bekerja dari pagi sampai sore hari. Ketika selesai bekerja, dia tidak boleh keluar dari lingkungan Rutan tersebut.

“Ya istirahat malam di dalam Rutan,” kata Fadillah.

AKP Fadillah menuturkan ketika polisi mendatangi Rutan tersebut pada Rabu dini hari, pihaknya bahkan menemukan tidak ada penjagaan petugas di sana, sedangkan pintu masuk Rutan tersebut tidak terkunci. Hanya ada CPNS rutan yang tidak mengetahui pasti jumlah tahanan.

Belakangan, seseorang bernama Gunawan mengaku bertanggung jawab sebagai kepala keamanan di situ. “Ya, di situlah kami sampaikan bahwa ini harusnya tidak terjadi seperti ini. Ini ada indikasi membiarkan, menyengajakan para Napi ini keluar dan itu sudah salah,” ujarnya.

Selain itu, kata Fadillah, pihaknya juga menemukan bungkusan kecil yang diduga bekas narkotika jenis sabu di sel tahanan para Napi tersebut. Polisi juga menemukan mata pisau gunting tapi sudah tinggal satu mata.

“Nah ini diindikasi biasanya digunakan oleh para pelaku curanmor untuk menjebol kunci,” kata Fadillah.