Melihat Kebudayaan Suku Inca di Pulau Taquile Peru

Untitled-1

Taquile Peru merupakan sebuah pulau terpencil yang berada sisi Danau Titicaca, atau tepatnya terletak sekitar 45 km dari lepas pantai kota Puno Peru.

Sedikitnya terdapat 2.200 orang yang menghuni Pulau Taquile ini. Pulau Taquile memiliki luas sekitar 5,72 kilometer persegi.

Titik tertinggi yang dimiliki oleh pulau ini adalah sekitar 4.050 meter di atas permukaan laut. Sedangkan pusat desanya sendiri berada diketinggian 3.950 meter di atas permukaan air laut.

Penduduk asli di Pulau Taquile Peru dipercaya sebagai keturunan asli bangsa Inca yang masih hidup dan tetap menjaga tradisi leluhurnya hingga saat ini.

Penduduk asli Pulau Taquile tersebut dikenal dengan Taquilenos, dan mereka menggunakan bahasa Puno Quechua sebagai bahasa sehari-hari mereka.

Keturunan Asli Bangsa Inca

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, penduduk yang tinggal di Pulau Taquile Peru dipercaya sebagai keturunan bangsa Inca yang masih memegang teguh adat dan kebudayaan mereka.

Hal tersebut karena penduduk Pulau Taquile masih menjalani gaya hidup tradisional Suku Inca.

Mereka masih menenun kain dengan warna-warna cemerlang, berbicara dalam bahasa tradisional serta menangani sawah dan ladang sebagaimana yang leluhur mereka lakukan selama berabad-abad lamanya.

Selain itu juga, pada hari-hari tertentu mereka masih melaksanakan perayaan berupa festival-festival.

Biasanya jika hari-hari melaksanakan festival telah tiba, para penduduk Taquile akan berkumpul di alun-alun untuk menari dengan diiringi seruling dan tabuhan tambur.

Salah satu festival yang rutin dilaksanakan adalah Festival Santiago, atau yang pada zaman Inca dahulu dikenal sebagai Festival Dewa Halilintar.

Situs Warisan Dunia

Taquile terkenal akan kualitas tekstil dan pakaian tenunnya yang bagus, sehingga dianggap sebagai kerajinan berkualitas tinggi di Peru.

Kegiatan menenun tersebut dilakukan tidak hanya oleh kaum perempuan saja akan tetapi juga oleh kaum pria. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang turun temurun dilakukan sejak zaman Kerajaan Inca.

Maka dari itu tidak mengherankan jika akhirnya UNESCO menobatkannya sebagai warisan dunia. Kain-kain tenun yang dihasilkan memiliki warna yang cemerlang dengan motif-motif tradisonal khas Taquile.