• Home »
  • Berita Unik »
  • Masih Berani Ngebully JOMBLO? Pria ini Membunuh 56 Orang Dalam Waktu 8 Jam Sebab Diejek Tidak Kunjung Menikah

Masih Berani Ngebully JOMBLO? Pria ini Membunuh 56 Orang Dalam Waktu 8 Jam Sebab Diejek Tidak Kunjung Menikah

 Masih Berani Ngebully JOMBLO? Pria ini Membunuh 56 Orang Dalam Waktu 8 Jam Sebab Diejek Tidak Kunjung Menikah

jomblo

Petang itu, 26 April 1982 Woo Bum-kon naik pitam gara-gara perbuatan pacarnya, Chun Mal-soon. Chun menepuk lalat di dada Woo yang sedang tertidur. Merasa murka, Woo Bum-kon pergi dari rumah dan pergi ke kantor polisi untuk bertugas sekitar pukul 16.00.

Menurut laporan, Woo disebut meminum banyak alkohol dan mabuk berat.
Sekitar pukul 19.30, Woo kembali ke rumah dan menyiksa pacarnya dengan melancarkan pukulan dan tendangan. Dia juga merusak perabotan rumah sebelum pergi ke gudang senjata. Woo membawa senjata api, 144-180 amunisi, dan tujuh granat.

Sekitar pukul 21.30, Woo menembak korban pertamanya. Dia kemudian pergi ke kantor pos setempat dan membunuh tiga operator telepon. Woo juga memutus sambungan telepon supaya tak ada orang yang dapat melaksanakan panggilan darurat.

Sesudah itu, Woo Bum-kon pergi ke sebuah pasar di Desa Togongni. Dia melempar granat dan menembaki tiap orang yang lewat zona tsb. Chun Mal-soon juga mendapatkan tembakan yang mengenai  kakinya ketika sedang mencari Woo.

Dari sana, Woo Bum-kon mulai bermigrasi dari satu desa ke desa lainnya. Woo masuk ke rumah-rumah secara acak. Dia memakai statusnya sebagai polisi untuk membohongi warga lalu kemudian membunuh mereka. Woo masuk ke rumah-rumah secara acak. Dia memakai statusnya sebagai polisi untuk membohongi warga lalu kemudian membunuh mereka.

Pukul 22.30, Woo menyadera seorang remaja berusia 16 tahun dan bermigrasi daerah ke Ungye-Ri. Di sana Woo memerintah remaja tsb membeli minuman dari sebuah warung kelontong. Sesudah permintaannya dituruti, Woo menembak remaja itu dan menyerang pemilik warung serta keluarganya dan di desa tsb, setidaknya Woo membunuh 18 orang.

Dia bermigrasi ke Pyongchon-Ni dan menembak satu keluarga yang terdiri dari empat orang. sudah 24 nyawa melayang di Pyongchon gara-gara perbuatan keji Woo Bum-kon. Pihak kepolisian Korea Selatan kesusahan menangkap Woo sebab pelaku terus bermigrasi daerah di bawah kegelapan.

Aksi Woo usai di rumah warga. Dia kemudian memilih bunuh diri dengan meledakkan diri memakai dua granat yang dikendalikannya. Orang-orang yang ada dirumah tsb bahkan turut tewas.

Berdasaarkan laporan, aksi Woo malam itu menewaskan 55 orang secara langsung (menjadi 56 dengan dirinya yang bunuh diri) dan satu lainnya meninggal sebagian hari kemudian sesudah menerima perawatan medis. Chun Mal-soon menerangkan, Woo rupanya mengidap gangguan mental dan tersinggung sebab ucapan para tetangga yang mencibirnya sebab tidak kunjung menikah.

Buntut dari insiden berdarah tsb, Menteri Dalam Negeri Korea Selatan, Suh Chung Hwa, dan kepala polisi nasional, Ahn Ung Mo, menawarkan untuk mengundurkan diri. Kepala polisi provinsi bahkan ditangguhkan dan empat polisi lainnya di tangkap. Mereka dituduh melalaikan tugas, diduga sebab gagal mencegah Woo Bum-kon mengambil senjata, amunisi dan granat.

Mereka dituduh melalaikan tugas, diduga sebab gagal mencegah Woo Bum-kon mengambil senjata, amunisi dan granat.