Kronologi Hilangnya Pesawat Sala sampai Jasadnya Ditemukan

Kronologi Hilangnya Pesawat Sala sampai Jasadnya Ditemukan

Kronologi Hilangnya Pesawat Sala sampai Jasadnya Ditemukan

Artikelmajalah – Sekitar 18 hari setelah pesawatnya hilang kontak di Selat Inggris, Emiliano Sala akhirnya dipastikan meninggal dunia. Jasadnya ditemukan dalam pesawat di dasar laut.

Butuh dua pekan untuk tim pencari menemukan pesawat yang ditumpangi Emiliano Sala. Melalui pencarian yang dilakukan oleh keluarga secara mandiri dengan bantuan dana yang dikumpulkan secara online, puing pesawat ditemukan di awal pekan ini.

Setelah dipastikan ada jasad berada di dalam pesawat, upaya pengangkatan kemudian dilakukan. Hari ini, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim koroner, dipastikan kalau itu merupakan jasad Sala.

Berikut kronologis kejadian nahas kecelakaan pesawat Emiliano Sala:

Senin, 21 Januari 2019

Sala melakukan perjalanan dari Nantes ke Cardiff. Kepergian itu dilakukan setelah Sala dan FC Nantes menuntaskan transfer dengan Cardiff City.

Akan tetapi, Sala tak kunjung sampai ke Cardiff. Dilansir dari Mirror, pihak kepolisian Guerney, sebuah pulau di wilayah Prancis, mengungkapkan pesawat PA 46 Malibu yang ditumpangi Sala hilang kontak sejak jam 21.30, Senin (21/1/2019) waktu setempat.

Pesawat bermesin tunggal tersebut hilang dari radar di dekat mercusuar Casquets yang berada di Alderney, Kepulauan Channel.

Rabu, 22 Januari 2019

Dilansir dari Ole.com, Emiliano Sala sempat mengirim pesan suara melalui WhatsApp sesaat sebelum pesawatnya yang dia tumpangi hilang. Dia sudah khawatir dengan kondisi pesawat sebelum terbang.

“Halo teman, bagaimana kabarmu, orang gila? Aku benar-benar lelah, aku di sini di Nantes melakukan sangat banyak hal dan itu tak akan pernah berhenti,” ujar Sala dalam pesan suara yang dia kirimkan.

“Aku di sini, di pesawat yang sepertinya akan hancur, dan aku akan pergi ke Cardiff, gila, besok kami sudah mulai (berada di Cardiff), dan pada sore hari kami mulai berlatih bersama tim baruku (Cardiff City)”, tuturnya.

Pesan tersebut diyakini dikirim Sala sesaat sebelum dia tinggal landas.

“Bagaimana kabar kalian, semuanya baik-baik sajakan? Jika kalian tidak mendapat kabar lagi dari saya dalam satu atau satu setengah jam ke depan, saya tidak tahu apakah mereka akan mengirim seseorang untuk menemukan saya. Saya mulai ketakutan!” katanya menambahkan.

Kamis, 24 Januari 2019

Sudah tiga hari proses pencarian pesawat yang ditumpangi Sala dilakukan. Peluang Sala dan pilot pesawat selamat dianggap sangat kecil, bahkan jika keduanya berhasil naik pelampung penyelamat yang berada di dalam pesawat

Kamis (24/1/2019) sore waktu setempat, pihak Kepolisian Guernsey akhirnya menghentikan pencarian pesawat yang ditumpangi Sala. Hal tersebut disampaikan Kapten David Barker lewat sebuah pernyataan di akun Twitter @GuernseyPolice.

Jumat, 25 Januari 2019

Keluarga Sala merespon keputusan kepolisian dan meminta pencarian terus dilakukan. Penghentian pencarian juga menggundang reaksi para pesepakbola.

Lionel Messi, Gonzalo Higuain, sampai Nicolas Otamendi membuat pernyataan langsung agar pencarian terus dilakukan.

Sabtu, 26 Januari 2019

Keluarga dan kerabat secara mandiri melanjutkan proses pencarian Emiliano Sala. Keluarga dan kerabat menggalang kampanye dukungan dana pencarian lewat situs GoFundMe.

Senin, 27 Januari 2019

Pencarian Sala dinyatakan bakal kembali dilakukan pada akhir pekan, Minggu (3/2/2019). Pencarian dilakukan secara mandiri dengan bantuan Blue Water Recoveries lewat sumbangan dana yang digalang keluarga Sala.

David Mearns, yang memimpin pencarian, yakini setiap pesawat hilang paling buruknya akan ada di kedalaman 120 meter.

Rabu, 30 Januari 2019

Ada perkembangan baru terkait pencarian Emiliano Sala. Puing pesawat yang ditumpangi striker Cardiff City itu ditemukan.

AAIB mendapati puing-puing di antaranya dua bantal kursi pesawat di pantai dekat kota Surtainville, Semenanjung Cotentin, Prancis. AAIB meyakini bahwa barang-barang yang ditemukan berasal dari pesawat nahas itu.

Senin, 4 Februari 2019

Pesawat yang ditumpangi Sala akhirnya ditemukan di dasar laut dekat Channel Islands. Hal tersebut disampaikan oleh David Mearns lewat akun Twitter pribadinya, Senin (4/2/2019) dinihari.

“Pesawat yang membwa Emiliano Sala dan dipiloti oleh David Ibbotson sudah ditemukan lokasinya pagi ini (Minggu) oleh FPV Morven. Setelah disepakati dengan AAIB (Air Accidents Investigation Branch) mereka mengubah posisi GEO OCEAN III ke lokasi tersebut dan kami memberikan indetifikasi visual yang didapat ROV (kendaraan bawah laut yang dikendalikan menggunakan remote control) pada mereka,” demikian cuitan Mearn di akun Twitternya.

Di hari yang sama didapat konfirmasi kalau ada jasad terlihat di dalam puing-puing pesawat.

Rabu 6 Februari

The Air Accident Investigation Branch (AAIB) menyatakan akan mencoba mengeluarkan satu jasad yang ada di dalam pesawat. Namun upaya itu dipastikan tidak akan mudah karena kondisi cuaca yang buruk dan arus laut yang cukup kuat.

Kamis 7 Februari

Satu jasad dari dalam pesawat berhasil dikeluarkan. Namun tidak ada konfirmasi jasad siapakah itu. Emiliano Sala atau pilot David Ibbotson.

Jasad tersebut langsung dibawa ke Portland untuk dilakukan pemeriksaan oleh Tim Koroner Dorset.

Jumat (8/2/2019)

Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya didapat kepastian jasad yang sudah diangkat dari dasar laut adalah milik Sala. Dunia sepakbola langsung berduka atas kabar tersebut.