Kemensos Dorong Keluarga Indonesia Aktif Edukasi HIV/AIDS

Kemensos Dorong Keluarga Indonesia Aktif Edukasi HIV/AIDS

Kemensos Dorong Keluarga Indonesia Aktif Edukasi HIV/AIDS

Kementerian Sosial meminta semua pemangku kepentingan secara bersama-sama mendorong upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS untuk menekan angka penderita yang yang terus bertambah di Indonesia.

“Meningkatnya angka pengidap HIV/AIDS setiap tahunnya menunjukan bahwa kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pencegahan dan faktor penyebab penyakit tersebut sehingga dinilai perlu dukungan kuat dari semua kalangan,” ujar Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial Marjuki di Medan, Senin.

BACA JUGA : Merawat Jantung dan Lawan Insomnia, Ini 5 Efek Cinta pada Tubuhmu

Dia mengatakan itu usai menggelar workshop sosialisasi pencegahan HIV/AIDS dan Peraturan Perundang-Undangan Bidang Rehabilitasi Sosial.

Menurut Marjuki, melihat meningkatnya angka penderita HIV/AIDS itu, maka Kementerian Sosial bekerja sama dengan Sahabat Peduli Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) juga terus melakukan sosialisasi tentang pencegahan penyakit tersebut.

Cara mencegah HIV/AIDS

Pencegahan dinilai semakin penting karena HIV/AIDS adalah salah satu penyakit yang penderitanya cukup banyak karena bisa terkena dari berbagai faktor, mulai penggunaan narkoba, jarum suntik, atau hubungan intim.

Marjuki mengakui, pencegahan paling efektif adalah dilakukan bekerja sama dengan keluarga yang merupakan orang terdekat.

Apalagi rata-rata penderita berada di umur 15-24 tahun yang merupakan usia relatif muda.

“Penyebaran HIV/AIDS bisa ditekan kalau semua masyarakat mengetahui sumber penyakit itu sehingga sejak awal sudah dihindari atau diantisipasi,” katanya.