Jepang Lelah Berdialog dengan Korea Utara Karena Jadi Sasaran Rudal

Jepang Lelah Berdialog dengan Korea Utara Karena Jadi Sasaran Rudal

Jepang Lelah Berdialog dengan Korea Utara Karena Jadi Sasaran Rudal

Pemerintah Jepang menyambut baik gagasan untuk menjatuhkan sanksi yang lebih berat atas Korea Utara. Seperti diketahui, Korut baru-baru ini melanggar resolusi PBB dengan meluncurkan rudal balistik antarbenua ke Laut Jepang.

Juru bicara Menteri Luar Negeri Jepang, Toshihide Ando menyampaikan bahwa Negeri Matahari Terbit juga merasa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengambil langkah yang lebih efektif untuk menekan Pyongyang, daripada harus melanjutkan dialog.

“Sekarang bukan saatnya untuk berdialog, tetapi sekarang waktunya meningkatkan tekanan yang efektif kepada Korea Utara. Jadi mereka bisa mengambil keputusan yang konkrit untuk denuklirisasi,” katanya dalam konferensi pers di Manila, Filipina, seperti disitat dari The Star, Senin (7/8/2017).

Bagaimana pun menurut Ando, Korut harus segera dihentikan. Negara penganut ideologi juche itu tidak boleh lagi seenaknya meluncurkan rudal dan mengancam keamanan tetangga-tetangganya.

Pada Sabtu 5 Agustus 2017, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan sanksi baru untuk mencekik perekonomian Korut. Sanksi baru itu mencakup larangan penuh atas ekspor batubara, besi dan bijih besi dari negara pimpinan Kim Jong-un tersebut.

Pembatasan juga dikenakan pada peningkatan jumlah otorisasi kerja untuk negara-negara Korut oleh negara-negara anggota PBB. Bahkan, resolusi terbaru ini melarang kegiatan investasi yang terkait dengan Korut. Kegiatan investasi yang dimaksud, antara lain usaha patungan.

PBB selanjutnya menetapkan beberapa nama tambahan untuk dimasukkan ke dalam daftar orang yang dilarang bepergian. Sanksi itu juga akan membekukan aset para pejabat Korut dan entitas terkait lainnya.

DK PBB pada dasarnya sudah berulang kali mengadopsi resolusi yang mengecam uji coba peluncuran rudal balistik dan pengembangan senjata nuklir Korut. Namun begitu, Pyongyang terus membangkang seolah tak jera.