ISIS Perintahkan Serangan Dengan Pisau Dan Mobil

ISIS Perintahkan Serangan Dengan Pisau Dan Mobil

ISIS Perintahkan Serangan Dengan Pisau Dan Mobil

Analis Terorisme UI Ridlwan Habib menyayangkan serangan terhadap pos jaga Polda Sumut. Seorang polisi meninggal dunia karena ditusuk berkali kali dengan pisau dapur oleh anggota ISIS.

“Sejak 3 hari sebelum lebaran, ISIS melalui kantor berita mereka An Nashir sudah memerintahkan agar melakukan serangan dengan pisau dan menabrakkan mobil, ” ujar Ridlwan ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (27/6/2017).

Menurut Ridlwan, serangan dengan pisau dan mobil itu merujuk pada fatwa Syekh Muhammad Al Adnani mantan juru bicara ISIS pada 2014 lalu. “Serangan dilakukan dengan alat alat yang ada di sekitar kita, tujuannya menimbulkan ketakutan bagi musuh musuh ISIS,” kata Ridlwan.

Selain itu, serangan berbiaya murah itu bisa membangkitkan semangat sel-sel tidur ISIS yang sedang terpukul karena Suriah dan Irak jatuh ke pasukan koalisi.

“Istilahnya adalah low cost terrorism, serangan dengan alat yang murah dan sederhana tapi efeknya mematikan, ” kata alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Serangan juga makin nekad karena masuk ke jantung pertahanan musuh, yakni markas markas polisi. ” Lebaran tahun lalu serangan dengan bom motor di Mapolresta Solo, tahun ini dengan pisau di Polda Sumut, sangat berbahaya jika tidak waspada, ” ujar Ridlwan.

Menurut Ridlwan, pelaku penyerangan Polda Sumut sebenarnya sudah memiliki karakter Isis yang sangat terbuka. Misalnya memasang bendera ISIS di tembok rumahnya. Bahkan juga pernah pergi ke Suriah.

“Sangat disayangkan, Kapolda Sumut tidak melakukan pencegahan lebih awal dengan menangkap pihak pihak yang dicurigai akan melakukan teror, padahal Kapolri sudah memerintahkan agar tangkap dulu 7 x 24 jam, ” tutur Ridlwan.

Penangkapan itu diatur dengan UU 15 / 2003. “Lebih baik melakukan pencegahan daripada harus ada nyawa anggota yang hilang. Bima , Cianjur, Jambi, berhasil dicegah, Polda Sumut kecolongan, ” katanya.