INTIP LAWAN: Duel Kecerdikan Toni Kroos Versus Lionel Messi

z

Sepanjang sejarah pagelaran Piala Dunia, peran seorang playmaker memang tak terbantahkan. Sebut saja Pele, Johan Cruyff, Diego Maradona, yang merupakan pesepakbola terbaik di eranya. Berlanjut dengan Zinedine Zidane pada 1998, hingga yang terakhir pada 2010 lalu ketika Andres Iniesta muncul dari belakang untuk mencetak gol penentu yang menegaskan kedigdayaan Spanyol di Afrika Selatan

Si No. 10 memang sulit tergerus zaman. Ia akan selalu muncul di tiap generasi. Suatu waktu ia tenggelam di dalam permainan tim, tapi ia lebih sering dipuja karena imajinasi dan visi bermainnya yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Dan kini, di final Piala Dunia 2014 yang mempertemukan Jerman dan Argentina juga memunculkan dua playmaker terbaik di kelasnya yang sama-sama menjadi kandidat peraih Bola Emas: Toni Kroos dan Lionel Messi.

Messi. Tentu semua tahu bahwa ia adalah sang primadona, pemain terbaik di dunia yang selalu menjadi inspirator tim. Kapten Argentina itu digantungkan ekspektasi setinggi langit sebelum turnamen digelar. Nyatanya, ia sukses menjawabnya lewat serangkaian performa gemilang dan gol-gol penting namun dengan satu catatan: peran yang dijalaninya bergeser lebih ke dalam dengan menjadi seorang playmaker klasik ketimbang penggiring bola di lini depan seperti perannya di Barcelona.

Sementara peran Messi di Jerman justru lebih kentara dipegang Kroos ketimbang Mesut Ozil yang sejatinya merupakan playmaker klasik yang dimaksud. Kroos bermain di area tengah, sedangkan Ozil digeser ke sayap.

Estadio Maracana, Senin (15/7) dini hari WIB akan menjadi ajang pembuktian, apakah Kroos yang akan mengantar Jerman meraih juara dunia keempat atau Messi yang menyempurnakan karier bintangnya lewat trofi Piala Dunia.