Ini Sosok Ramah Ratu Maxima, Wakil PBB yang Temui Jokowi

Ini Sosok Ramah Ratu Maxima, Wakil PBB yang Temui Jokowi

Ini Sosok Ramah Ratu Maxima, Wakil PBB yang Temui Jokowi

Hari ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan, Ratu Maxima dari Belanda.

Kunjungan kehormatan ini berlangsung di Istana Merdeka pada pukul 09.00 WIB.

Ini bukan kali pertama Ratu Maxima datang ke Indonesia. Sebelumnya, ia pernah bertandang pada 1 September 2016.

Saat itu, ada beberapa bahasan yang disampaikan Ratu Belanda tersebut. Salah satunya seputar inklusi keuangan agar seluruh lapisan masyarakat mudah mendapatkan akses keuangan.

BACA JUGA : KPK Tetapkan Bupati Ngada Marianus Sae Tersangka Suap Proyek

Setelah bertemu dengan Jokowi, Ratu Maxima juga dijadwalkan bertemu dengan CEO Go-jek. Dilanjutkan dengan kunjungan ke Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) di Gedung Cowell Tower, Jakarta Pusat pada Senin sore.

Bicara soal Ratu Maxima, sosoknya lekat dengan pribadi yang tulus. Sikapnya yang ramah dan dekat dengan rakyat Belanda telah mencuri perhatian di awal kemunculannya.

Ratu Maxima lahir pada 17 Mei 1971. Ia adalah istri dari Raja Willem-Alexander dari Belanda. Sebelum menikah, Ratu Maxima bekerja di perusahaan keuangan internasional di Argentina, New York, dan Brussel.

Maxima juga mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak dan matematika untuk siswa SMA.

Ia bertemu dengan Raja Willem Alexander di sebuah pesta di Sevilla Spanyol. Saat pertemuan pertama tersebut, Maxima tidak tahu bahwa calon suaminya adalah seorang raja, karena ia hanya mengenalkan namanya sebagai Alexander.

Pertama kali, masyarakat Belanda mengetahui kedekatan Pangeran Alexander dengan Ratu Maxima pada September 1999. Sejak saat itulah keduanya menyatakan secara terbuka rencana untuk membentuk mahligai rumah tangga.

Mereka kemudian mengumumkan rencana menikah pada 2 Februari 2002.

Pengumuman pernikahan yang tersebar ke seluruh Negeri Kincir Angin itu mengakhiri polemik berkepanjangan di kalangan publik setempat, terkait latar belakang keluarga calon mempelai wanita.

Pasangan tersebut dikaruniai tiga anak.

Sosok Maxima juga dikenal memiliki kepedulian tinggi kepada imigran yang masuk ke Belanda.

Maxima adalah putri Jorge Horacio Zorreguieta, mantan Menteri Pertanian Argentina di era pemerintahan Presiden Jorge Videla.

Periode pemerintahan Videla, antara 1976-1983 dikenang rakyat Argentina sebagai masa kekuasaan diktator.

Latar belakang politik inilah yang menjadi ganjalan bagi sebagian publik Belanda, sehingga isu kedekatan pangeran berusia 33 tahun dengan Maxima sempat menjadi perdebatan sengit dan luas di kalangan masyarakat setempat.

Setelah pernikahan tersebut, masyarakat di sana kemudian menerima dengan senang hati pasangan baru kerajaan itu. Hal tersebut ditunjukkan dengan sambutan spontan kepada kedua mempelai seusai pengumuman pertunangan.

Pada April 2013, Pangeran Willem (46) bersama istri, Putri Maxima (41), dan 3 anak perempuannya disambut sorak gembira warga di Nieuwe Kerk, Amsterdam, pada gladi resik persiapan pelantikannya.

Warga Kota Amsterdam pun mempercantik rumah dengan hiasan serbawarna oranye menyambut pelantikan Raja Willem yang merupakan Raja (pria) pertama dalam 123 tahun terakhir. Juga toko dan rumah makan yang bakal memeriahkan pelantikan dengan pernak-pernik serba-oranye.

“Setiap orang harus mengenakan warga oranye. Kaus dan sweater harus oranye,” kata Elise dari perusahaan Janssens & Janssens, seperti dimuat Euronews.

Meski Willem bakal menjadi raja pertama dalam 123 tahun terakhir, pengamat politik André Krouwel berpendapat, Willem terkenal berkat dua sosok wanita di baliknya, yakni Ratu Beatrix dan Putri Maxima.

“Saat orang-orang sedang menanti Raja baru, menurutku, ini sama saja kita memiliki ratu baru. Maxima lebih terkenal daripada Willem. Beatrix juga lebih populer,” kata Krouwel, pengamat dari Universitas Vrije Univesiteit Amsterdam itu.