Google Rilis Aplikasi Baru Pembunuh SMS

Google Rilis Aplikasi Baru Pembunuh SMS

Google Rilis Aplikasi Baru Pembunuh SMS

Google sebenarnya sudah memiliki sejumlah aplikasi untuk keperluan berkirim pesan. Setelah memiliki Hangout, perusahaan itu juga merilis Allo pada 2016.

Namun, keberadaan dua aplikasi itu ternyata belum membuat Google puas. Karenanya, berdasarkan laporan terbaru, perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut berencana merilis aplikasi olah pesan terbaru.

BACA JUGA : Egi John Bangkrut? Karena Makan di Warteg

Dikutip dari BBC, Senin (23/4/2018), aplikasi anyar ini didesain untuk menggantikan fungsi aplikasi bawaan SMS di perangkat Android. Akan tetapi, sebagai tambahan Google menyertakan fitur yang lebih beragam.

Mengingat aplikasi ini akan berfungsi tak ubahnya SMS, tentu tak ada fitur enkripsi pesan. Google menyebut aplikasi ini akan diberi nama ‘Chat’, tapi perusahaan belum mengungkap kapan aplikasi ini akan rilis.

Bersamaan dengan rilisnya aplikasi ini, Google juga mengumumumkan ada penundaaan pengembangan untuk Allo. Sayangnya, perusahaan tak mengungkap kapan akan kembali melanjutkan pengembangan Allo.

Untuk memuluskan kehadiran aplikasi ini, Google telah bekerja sama dengan 50 operator telekomunikasi dan sejumlah vendor smartphone Android. Nantinya, fitur ini akan menjadi aplikasi standar untuk perangkat Android.

Sekadar informasi, aplikasi Google tersebut berbasis Universal Profile untuk Rich Communications Services (RCS). Sekadar informasi, RCS merupakan standar baru yang disebut akan menggantikan SMS dan segera diadopsi banyak operator.

Sekadar informasi, Google sendiri sebenarnya baru meluncurkan aplikasi chatting baru yang diberi nama Allo. Aplikasi ini pertama kali diperkenalkan pada September 2016.

Aplikasi yang diperkenalkan bersamaan dengan Google Duo ini sebenarnya memiliki layanan yang tak jauh berbeda dari aplikasi chatting kebanyakan. Pengguna dimungkinkan berkirim pesan, baik dalam bentuk teks, gambar, video, maupun suara.

Pengguna yang ingin memakai aplikasi ini pun tak perlu memiliki akun Google untuk melakukan pendaftaran. Sama seperti kebanyakan aplikasi serupa, aplikasi ini hanya memerlukan nomor telepon pengguna untuk mulai memakainya.

Untuk memperkaya konten pesan, Google Allo juga dilengkapi dengan sticker dan emoji yang sudah tersedia. Pengguna juga dapat menambah sticker dengan mengunduhnya langsung melalui aplikasi.

Terbaru, pengguna aplikasi chatting Google Allo kini bisa mengajak bicara Google Assistant dalam bahasa Indonesia. Hal ini diumumkan langsung oleh Product Lead Google Allo, Adam Rodriguez.

Ia mengatakan, pengguna bisa menambahkan Google Assistant ke dalam percakapan grup atau percakapan pribadi untuk menanyakan hal apa pun. Misalnya, mencari restoran baru, memeriksa skor sepak bola, dan bermain gim dengan teman.

Rodriguez mengungkap, Google membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan Google Assistant. Demikian juga saat mengembangkannya dalam versi bahasa Indonesia. Ia mengakui, dalam pengembangannya, Google melibatkan cukup banyak penutur bahasa Indonesia dengan berbagai aksen dan dialek.

“Kami tidak sekadar menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, tetapi juga memasukkan unsur lokal agar bisa lebih bagus dan natural. Di dalamnya ada tim suara dengan dialek berbeda-berbeda,” kata Rodriguez di acara Google For Indonesia yang digelar di Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Menurutnya, kemampuan Google Assistant mengenali dialek Indonesia terus berkembang lantaran mengingat asisten virtual ini berbasis machine learning. “Seiring banyak dipakai, Google Assistant akan belajar menjadi lebih pintar,” tuturnya.

Adapun, fitur ini dirilis untuk memudahkan pengguna berkomunikasi dengan asisten virtual di aplikasi Allo. Sebab, menurut Google, jumlah orang Indonesia yang menggunakan Google Assistant terus meningkat.