Esemka Mirip Mobil China, PKS: Kalau Buatan Sendiri Harus Dihargai

Esemka Mirip Mobil China, PKS: Kalau Buatan Sendiri Harus Dihargai

Esemka Mirip Mobil China, PKS: Kalau Buatan Sendiri Harus Dihargai

Namun, dia mengaku tak tahu seberapa serius pemerintah untuk membuat mobil Esemka sebagai mobil nasional. Mardani pun mencontohkan proses panjang yang dilalui Malaysia dalam mengembangkan Proton.

“Saya belum tahu seberapa serius. Kalau SMK jadi mobil nasional, ada kebijakan, ada waktu, ada contoh Inpres-nya, nanti ada kebijakannya. Nanti ada alokasi anggaran,” ujarnya.

“Mahathir (PM Malaysia) butuh waktu 20 tahun bikin melahirkan Proton. Itu benar-benar serius,” sambung Mardani.

Mardani menyebut butuh perencanaan yang baik agar mobil Esemka sebagai mobil nasional bisa terwujud. Dia menilai jika tak ada perencanaan yang baik lalu tiba-tiba mobil Esemka bisa terwujud, maka hal itu harus dicurigai.”Segala hal tidak ada yang turun dari langit begitu saja. Tapi kerja keras kita. Mulai dari konsepnya seperti apa, institusi seperi apa, anggaran seperti apa. Kalau itu nggak ada tiba-tiba ada ya kita wajib curiga. Negeri ini tidak dibangun dari mimpi, tidak dibangun dari wacana tapi kerja keras,” jelasnya.

Esemka kembali menjadi sorotan setelah ada foto mobil SUV berwarna putih sedang diangkut di jalan dengan tulisan ‘Esemka Garuda I’ di bagian belakang. Foto itu disebut mirip dengan mobil SUV buatan China, Foday Landfort kaca belakang, lampu belakang, hingga reflektor pun mirip dengan mobil China tersebut.

Ini bukan pertama kali mobil bertuliskan Esemka disama-samakan dengan mobil China. Sebelumnya ada juga pikap beremblem Digdaya yang juga merupakan salah satu model Esemka muncul di jalanan.

Pikap double cabin Digdaya disebut memiliki kemiripan dengan Foday Lion F22 Pickup Truck. Lion F22 pickup truck ini ditawarkan dalam dua varian mesin yakni 1.9L diesel dan 2.4 L bensin. Keseluruhannya dikawinkan dengan transmisi manual. Untuk mesin bensinnya mengambil dari jantung Mitsubishi.

Selain itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga sempat mempertanyakan soal mobil Esemka. Dia curiga mobil Esemka diimpor dari negara lain dan diberi stempel Esemka.

“Kita udah punya belum assembling? Jangan-jangan ini ada mobil diimpor dari negara lain kemudian di luar ditaruh stempel gitu,” ujar Fahri, Senin (15/10/2018).

“Jadi satu-satunya industri yang kita punya mungkin industri mencetak stiker dan brand-nya itu doang,” lanjut Fahri.

Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono sempat membantah kabar soal mobil Esemka yang disebut merupakan produk impor. Diaz mengatakan mobil dibuat secara lokal dan tidak diimpor dari Negeri Tirai Bambu.

“Nggak mungkin dong kaya gitu (impor mobil China dan ganti emblem). Namanya bukan produk lokal dong,” jelas Diaz.