Dunia Kustom Masih Dipandang Sebelah Mata oleh Pemerintah

Dunia Kustom Masih Dipandang Sebelah Mata oleh Pemerintah

Dunia Kustom Masih Dipandang Sebelah Mata oleh Pemerintah

Tren custom culture di Indonesia terus berkembang. Bahkan sudah banyak karya-karya anak bangsa yang mendunia. Tentu ini menjadi suatu kebanggaan karena bisa mengharumkan nama bangsa.

Tidak cuma diminati di dalam negeri, motor-motor kustom karya anak bangsa ini juga dilirik konsumen luar negeri.

Sayangnya, peran pemerintah dalam mengawal pertumbuhan dunia kustom masih minim. Padahal, dunia kustom berpotensi menjadi sebuah industri baru yang bisa membuka lapangan pekerjaan dan menambah kas negara.

BACA JUGA : Spesifikasi HD Stainless Steel Jawara Kustomfest 2017

Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi mengisahkan pengalamannya dalam bertransaksi motor kustom yang dalam prosesnya terhambat karena urusan birokrasi.

“Saya terpaksa bercerita, sekitar delapan tahun yang lalu saya mendapatkan order dari Australia, dia datang setelah melihat karya saya di salah satu majalah. Dia terbang khusus ke Jogja, dia bertanya berapa harga membangun satu unit motor custom dengan mesin Harley Davidson,” buka Lulut saat dijumpai di arena Kustomfest 2017 baru-baru ini.

Menurut si pembeli, sangat susah untuk impor dari Indonesia, karena barang itu (motor kustom) tidak punya standarisasi di Indonesia. “Jadi almost impossible kalau saya beli motor kustom di negara kamu,” kata si pembeli kepada Lulut.

Merekapun mencari jalan keluarnya. “Akhirnya kami sepakat saya buat lima motor kustom ciri khas saya kemudian mesinnya saya ambil. Dan mesin ini nantinya tinggal dibelikan lagi di Australia, jadi frame, bodi, kaki-kaki saya yang buat,” ujar pria yang karib disapa LT itu.

Masalah kembali muncul di bea cukai karena barang yang akan dikirim berbentuk motor. “Karena mereka bilang ini motor meskipun tidak ada mesin atau dokumen itu sudah mati harus ditunjukkan,” sambungnya.

“Tapi karena dia sudah terlanjur bayar ke saya, saya akhirnya harus mencarikan cara dan terpaksa harus dititipkan ke kontainer furniture, dan sekarang motor hasil karya saya sudah ada di Australia setelah dikawinkan dengan mesin Harley Davidson yang dia punya dan bisa disuratkan di sana,” Lulut menambahkan.