CVR Lion Air PK-LQP DiTemukan KRI Spica-934

CVR Lion Air PK-LQP DiTemukan KRI Spica-934

Tim KRI Spica-934 Berhasil Menemukan CVR  Lion Air

Tim KRI Spica-934 Berhasil Menemukan CVR Lion Air

artikelmajalah – Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP ditemukan dalam pencarian tim Satgas KNKT bersama TNI AL. CVR Lion Air berhasil diangkat dari kedalaman laut lebih dari 30 meter oleh penyelam Serda Satria Margono.

“KRI Spica-934 menemukan CVR pada posisi koordinat 05 48 46,503 S – 107 07 36,728 T di perairan Tanjung Karawang,” ujar Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro

Setelah posisi CVR Lion Air diketahui, 18 orang tim penyelam dari Dislambair Koarmada dan 3 personel Kopaska melakukan penyelaman.
“Dan pada pukul 08.40 WIB penyelam atas nama Serda Satria Margono berhasil menemukan CVR,” sambung Harjo.

Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengerahkan KRI Spica-934 yang diberangkatkan dari Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok
KRI Spica-934 memiliki peralatan bawah air dengan teknologi canggih ini membawa alat yang lengkap seperti Multibeam Echosounder (MBES), Sub Bottom Profiling (SBP), Magnetometer, Side Scan Sonar, ADCP serta peralatan HIPAP yang mampu mendeteksi sinyal dari black box dari Lion Air PK-LQP.

Selain peralatan tersebut KRI Spica-934 juga membawa ABK sebanyak 55 orang, personel KNKT 9 orang, penyelam TNI AL 18 orang serta scientist 6 orang.

Ada temuan airspeed indicator Lion Air PK LQP yang rusak dalam empat penerbangan terakhir PK-LQP. Namun temuan itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan JT 610. KNKT melanjutkan penyelidikan.

Termasuk kerusakan sensor AOA (angle of attack). AOA adalah pengukur sudut pesawat terhadap aliran udara. Sensor AOA menunjukkan perbedaan pada saat penerbangan sebelum JT 610, yaitu dari Bali ke Jakarta.