Charger iPhone Tak Fungsi Usai Update, Apple Digugat

Charger iPhone Tak Fungsi Usai Update, Apple Digugat

Charger iPhone Tak Fungsi Usai Update, Apple Digugat

ArtikelMajalah – Seorang warga California, AS, bernama Monica Emerson baru saja melayangkan gugatan class action terhadap Apple pada minggu ini. Emerson menuduh Apple merilis update iOS yang dirancang secara spesifik untuk membuat charger iPhone lama tidak dapat digunakan lagi.

Dalam gugatannya, Emerson menyebut bahwa ia membeli iPhone 7 pada bulan September 2016. Ia mengatakan selalu menggunakan adaptor charger resmi yang ia dapat dalam kotak saat membeli iPhone tersebut dan tidak pernah menemukan masalah.

Tapi, pada bulan Oktober 2017 adaptor tersebut tidak bisa lagi digunakan untuk mengisi daya iPhone-nya. Kemudian muncul peringatan yang mengatakan bahwa aksesoris ini tidak didukung.

“Hal ini kemudian mengharuskan orang-orang untuk membeli charger baru untuk iPhone-nya. Setelah mengetahui hal ini, penggugat merasa ditipu oleh terdakwa,” tulis gugatan tersebut, sebagaimana dikutip detikINET dari Mac Rumors, Rabu (6/2/2019).

Emerson yakin bahwa peringatan tersebut memaksanya dan ribuan pengguna iPhone lainnya yang mengalami situasi serupa untuk membeli charger baru.

Ia pun menggugat Apple untuk ganti rugi, menuduh bahwa perusahaan yang berbasis di Cupertino ini membuat iklan palsu, melakukan praktik bisnis yang tidak adil, penipuan, dan pelanggaran hukum California lainnya.

Peringatan tersebut memang merupakan bagian dari sistem yang dibuat Apple untuk melindungi perangkat yang menggunakan iOS dari aksesoris pihak ketiga yang memiliki risiko bahaya. Emerson mungkin mengaku bahwa ia selalu menggunakan adapter asli dari Apple, tapi tak jelas apakah ia menggunakan kabel Lighting-to-USB yang asli atau tidak.

Jika memang ia menggunakan kabel dari pihak ketiga, maka peringatan tersebut tentu akan muncul.

Tapi, Apple sebelumnya memang telah kepergok melakukan praktik tidak jujur ketika membuat iPhone dengan baterai lama jadi makin lambat tanpa sepengetahuan pengguna. Mereka pun meluncurkan program penggantian baterai yang ternyata malah membuat penjualan iPhone turun karena orang lebih memilih ganti baterai daripada beli iPhone baru.