Butuh 5 Jam Autopsi Jenazah Wanita di Kontainer Plastik

Butuh 5 Jam Autopsi Jenazah Wanita di Kontainer Plastik

Hasil autopsi yang dilakukan tim forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), menunjukkan penyebab kematian Linda Wati, perempuan nahas yang dibunuh oleh suami dan jenazahnya dititipkan di Musala Al-Musyarafah.

Proses autopsi jenazah dalam kontainer plastik itu didampingi oleh Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, Polres Banjar, dan Polsek Sungai Tabuk. Proses autopsi berlangsung lebih kurang lima jam lamanya.

Hasilnya, korban dihabisi dengan cara dijerat di lehernya menggunakan tali. Terlihat ada luka di bawah kulit kepala bawah rambut bagian belakang.

“Sebab kematian diduga adanya trauma lecet dan tekanan di leher, sehingga terjadi sumbatan oksigen dan menimbulkan tanda, dan tidak mendapatkan aliran oksigen di organ utama,” ucap Kepala Biddang Dokkes Polda Kalsel AKBP dr Erwinn Zainul Hakim, dikutip Radar Banjarmasin Selasa, 12 Juni 2018.

Sebelumnya, warga Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk, heboh. Mereka mendapati jenazah di Musala Al-Musyarafah di dalam sebuah kotak plastik. Jenazah itu dititipkan oleh orang tidak dikenal.

M Said, salah seorang saksi mata mengatakan, dia sempat melihat kedatangan seorang pria dengan sepeda motor Yamaha Jupiter butut yang membawa kotak itu di belakang jok motor. Saat itu, Said bersama beberapa rekannya bersantai di teras musala setelah tadarusan berjemaah.

Yang lebih dramatis lagi, Said dan sejumlah anggota jemaah bahkan membantu pengendara tersebut menurunkan kotak itu dari motornya. Pelaku meminta izin meletakkan boks tersebut di musala sebentar karena hendak kembali ke rumah mengambil telepon genggam.

Setelah dibuka usai salat subuh ternyata isinya jenazah dengan kondisi mengerikan, diikat, dan dilipat. Mendadak sontak, jemaah salat subuh di musala tersebut geger.

Belakangan, pelaku diketahui bernama Riyad, yang tak lain adalah suami korban. Riyad kemudian ditangkap di sebuah rumah sewaan remang nan tersembunyi di kawasan Sultan Adam, Banjarmasin, Minggu malam, 10 Juni 2018.

Kini, Riyad terduga pembunuh dan pengemas jenazah sang istri dalam kontainer plastik itu masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik Direktorat Serse Kriminal Polda Kalsel.