Bahan Shabu Shabu Diselundupkan Lewat Mesin Pembuat Sosis

Bahan Shabu Shabu Diselundupkan Lewat Mesin Pembuat Sosis

Bahan Shabu Shabu Diselundupkan Lewat Mesin Pembuat Sosis

Polisi Australia telah menahan tiga orang berkenaan dengan usaha penyelundupan hampir setengah ton bahan kimia yang bisa digunakan untuk membuat shabu shabu (methamphetamine) berhasil digagalkan di Sydney.

Digambarkan sebagai ‘cara penyeludupan yang canggih”, narkoba yang bernilai lebih dari $AUD 57 juta (sekitar Rp 600 miliar) tersebut ditemukan dalam mesin pembuat sosial yang dikirim lewat kontainer di Sydney bulan lalu.

Menurut polisi Australia (AFP) bahan ini bila kemudian dibuat menjadi pil ekstasi, maka akan bisa menjadi sekitar 1,7 juta biji.

“Pengiriman terkontrol’ kemudian dilakukan oleh AFP, dimana bahan narkoba yang semula berasal dari Turki tersebut kemudian diganti dengan paket narkoba palsu.

Narkoba yang disembunyikan dalam kontainer kemudian diganti dengan paket narkoba palsu. (ABC News: Mark Reddie)

Kontainer itu kemudian dikirim ke alamat sebuah supermarket di Auburn, namun polisi mengatakan percaya bahwa pemilik supermarket tidak menahu mengenai pengiriman tersebut, yang juga berisi batangan coklat dan pengharum ruangan, selain bahan narkoba.

Polisi kemudian menahan tiga orang pria hari Sabtu (6/10/2018) di sebuah kawasan industir di Clyde di Sydney Barat.

Petugas mengatakan tiga pria tersebut merupakan bagian dari ‘sindikat lebih besar’ yang memasok narkoba ke pasar Sydney.

Ketiga pria tersebut yang diajukan ke pengadilan hari Minggu menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup bila dinyatakan bersalah.

Detektif Superintendent AFP Kirsty Scofield mengatakan penangkapan ini menunjukkan kerjasama baik antara AFP dan Pasukan Perbatasan Australia.

“Dalam waktu satu minggu, kami berhasil mengetahui adanya kemungkinan penangkapan.” kata Scofield.

“Di akhir pekan lalu, kami baru saja berbicara mengenai penangkapan 500 kg kokain di Solomon Islands.”

“Beberapa petugas forensik kami yang baru saja kembali dari Solomon Islands dan mereka diturunkan untuk menangani kasus ini.”