Karena Klopp Masih Jadi Momok Guardiola

Karena Klopp Masih Jadi Momok Guardiola

 

Manchester City dihentikan Liverpool di perempatfinal Liga Champions. Kekalahan itu menegaskan Juergen Klopp adalah momok Pep Guardiola.

Melawat ke Etihad Stadium, Rabu (11/4/2018) dinihari WIB, Liverpool sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Gabriel Jesus di menit kedua. Di babak kedua, The Reds berbalik unggul lewat gol-gol Mohamed Salah dan Roberto Firmino.

Liverpool pulang dengan kemenangan 2-1 dan lolos ke semifinal dengan agregat total 5-1. Pada pertemuan pekan lalu, Liverpool menang tiga gol tanpa balas.

Keberhasilan Liverpool dua kali memukul City di fase perempatfinal ini pun memperpanjang catatan positif Klopp kala bertemu Guardiola. Dari 14 pertemuan, Klopp punya delapan kemenangan dan cuma lima kali kalah. Sisanya berakhir imbang.

Bagi Guardiola, ini adalah kekalahan paling banyak yang dialaminya dalam duel sesama manajer selama kariernya.

Klopp pun memoles lagi lebih apik catatan pertemuannya dengan Manchester City. Sejak melatih Dortmund, Klopp sebelas kali bertemu tim sekota Manchester United itu dan baru dua kali kalah. Sisanya Klopp punya tujuh kemenangan dan dua kali seri.

“Saya rasa City adalah tim terbaik di dunia saat ini. Tapi saya tahu saya bisa mengalahkan mereka. Tapi itu tak serta merta membuat kami menjadi tim yang lebih baik, itulah sepakbola. Itulah asyiknya permainan ini, semuanya berpeluang,” ujar Klopp di situs resmi klub.

“Tentu saja itu menyulitkan kami dan akan makin sulit juga di semifinal, 100 persen pasti. Tapi kami sudah ada di semifinal dan pertama-tama kami harus menikmati momen ini karena sudah lama Liverpool tidak lolos ke semifinal. Sementara saya belum lama mencapai semifinal. Kini kami bersama-sama ke sana – momen yang menyenangkan dan saya senang sekali,” sambungnya.