Performa Motor Turun, Segera Ganti Oli

motul

 

Berbicara mengenai motor, kebutuhan akan oli tentunya tidak dapat dipungkiri lagi. Cairan pelumas ini sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran mesin maupun komponen lain pada motor.

Terkait itu, Isadat Salam selaku Technical and Training Service Engineer Motul Indonesia mengatakan semestinya pemilik motor mengganti oli mesinnya jika sudah merasakan performanya kurang.

“Sebelum ganti oli, pasti rasanya gak enak ya, sesudah ganti oli rasanya enak, gas nya lancar. Tapi merasa gak enak setelah berapa lama ganti oli terakhir? Ya, kalau sudah merasa tidak enak sudah harus diganti,” kata Isadat di sela peluncuran oli Motul untuk scooter matik, Selasa (10/4/2018).

Ia mengatakan tidak usah menunggu berbulan-bulan, jika memang performa yang dirasakan sudah berbeda. Isadat mencontohkan jika sejak penggantian oli mesin terakhir hanya merasakan performa mesin enak dalam tiga minggu saja, dengan pemakaian per harinya mencapai 20 kilometer, maka oli seharusnya diganti setiap tiga minggu.

“Anda boleh pakai oli apa saja, tapi kalau sudah tidak enak, idealnya harus ganti, gak enak setelah tiga minggu, gantilah setiap tiga minggu. Itu idealnya kalau pakai oli lain,” ujarnya.

Menurutnya, semua oli pasti akan menurun performanya.

“Semua oli pasti turun performanya tapi kan kita mencari oli yang turunnya landai sampai 0. Misalnya motor matik sekarang rata-rata 4.000 km, ganti. Dari ganti oli sampai ganti oli berikutnya Motul bisa menjaga tiga hal: performa, proteksi, endurance. Itu yang membedakan (dengan oli lain),” ujarnya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui suatu oli palsu atau tidak. Yang paling mudah adalah dengan melihat kemasan dan tutup botolnya. Kalau oli ini asli, nomor khas pada kemasan dan tutup botol sama.

Namun, ada cara lain yang dapat dilakukan, yaitu dengan mencium bau oli itu sendiri. Oli yang asli punya bau yang khas. Namun, perlu dicatat bahwa masing-masing oli memang punya bau yang berbeda-beda.

“Kalau untuk TMO (Toyota Motor Oil), baunya dengan oli lain beda. Yang hafal bisa tahu,” terang Dadi Hendriadi, General Manager Technical Service Toyota Astra Motor (TAM), di acara GIIAS 2017, di ICE, BSD City, Senin (14/8) kemarin.

Dadi mengatakan, hal ini juga berlaku umum untuk oli-oli lain, juga di luar oli buatan Toyota.

Memang, trik ini bisa dilakukan oleh mereka yang terbiasa dengan bau-bau oli. Sementara yang belum berpengalaman, memang agak sulit. Namun, ini bukan berarti tidak bisa dilakukan orang awam. Pasalnya, ada bau yang cenderung “umum”.

“Kalau oli asli, baunya itu wangi, berkait kandungan aditifnya. Kalau oli bekas, cenderung bau sangit (tidak enak),” tambah Dadi.

Ada lagi satu cara lain untuk melihat oli asli atau palsu dari segi intrinsik cairan itu sendiri, yaitu dari warnanya. Produsen oli biasanya membuat oli yang punya warna khas. TMO, misalnya, berwarna keemasan. Ada lagi yang warnanya lebih radikal, semisal merah dan hijau.

“Warna juga bisa. Tapi yang jelas penambahan warna itu tidak berpengaruh terhadap performa kendaraan,” tutup Dadi.